Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Nunc odio purus, tempus non condimentum eget, vestibulum.

FOLLOW
Top

LZY

PIMNAS USU ke-34: Pancarkan Keindahan Alam dan Budaya Sumatera Utara Lewat Video Mapping

PIMNAS USU ke-34: Pancarkan Keindahan Alam dan Budaya Sumatera Utara Lewat Video Mapping

Pembukaan Pekan Ilmiah Nasional (Pimnas) ke 34 Universitas Sumatera Utara (USU) pada bulan Oktober 2021 lalu, terasa berbeda. Di kesempatan tersebut, kemegahan menyelimuti area sekitar rektorat USU. Itu terlihat dari kilauan cahaya yang terpancar dari Video Mapping sepanjang 50 meter dengan tinggi 20 meter di gedung utama rektorat USU.

Di pembukaan Pimnas ke-34, LZY dipercaya membuat Video Mapping dengan konsep utama keragaman budaya dan keindahan alam Sumatera Utara. Tentu ini bukan hal mudah bagi kita. Akhirnya, kita coba eksplorasi ide dari konsep utama.

Project kali ini dipimpin langsung oleh Moch Edo Barrudy, dengan menggandeng Esa Perkasa sebagai Creative Director dan Dwi Prasetyo yang dipercaya sebagai Technical Director.

Sebelum bicara jauh lebih dalam, kita akan bagi project ini ke dalam tiga proses. Tujuannya adalah untuk bisa mengembangkan konsep utama menjadi realisasi nyata. Ketiga proses tersebut adalah pra produksi, produksi, dan pasca produksi.

Pra Produksi

Secara garis besar, tema utama Pimnas 34 ini emang udah ada. Tapi, akhirnya kita coba membuat detail, satu per satu bagian, output dari Video Mapping kali ini.

Moch Edo Barrudy selaku Project Manager coba membuat detail tampilan Video Mapping. Nantinya akan ada 12 draft visual yang ditampilkan pada Video Mapping kali ini. Tentu semua itu dengan beragam konsep.

“Dari konsep utama, LZY mengembangkan ide dengan membagi visualisasi Video Mapping ke dalam 12 draft visual. Di dalam draft visual tersebut sejumlah animasi untuk dipancarkan dalam bentuk Video Mapping, karena itu kita mengolahnya ke dalam sebuah konsep sekaligus membuat storyboard visualisasinya,” ucap Edo.

Dari apa yang diucap Edo, tim produksi membuat aset animasi. Nantinya aset tersebut bisa dijadikan opsi gambar yang ingin ditampilkan dalam Video Mapping, serta memproyeksikan animasi tersebut ke dalam mock up digital.

Produksi

Seperti yang sudah disampaikan, kita membagi tampilan Video Mapping ke dalam 12 draft visual. Penampilan Video Mapping dibuka dengan hitungan count down yang terpancar ke seluruh bagian depan gedung.

Kemudian, tulisan angka “34″ jadi visualisasi kedua yang terpancar dari gedung rektorat USU. Tampilan tulisan angka “34” ini dibuat lebih elegan agar atensi publik tidak lepas dari pancaran Video Mapping tersebut.

Di visualisasi berikutnya terpancar transisi gunung. Beberapa saat keumudian gunung tersebut meletus. Letusan gunung itu mengeluarkan lava dan pijar. Adadnya lava dan pijar ini berkaitan dengan visualisasi keempat, yaitu perubahan gunung meletus menjadi sebuah danau. Di mana danau tersebut merupakan representasi dari danau toba.

Keindahan danau toba pun berubah. Bertransisi ke visualisasi berikutnya. Di mana visualisasi ini menampilkan air terjun medan, dengan dikelilingi batu alam. Secara perlahan kita membuat batu alam tersebut sebagai efek transisi untuk memperlihatkan keindahan lokasi pariwisata batu nias yang ada di pantai barat Sumatera Utara.

Dari keindahan alam, kita mencoba membawa penonton menuju sebuah kaleidoscope, berbentuk pattern Medan (emas). Kemudian visual kaleidoscope itu berubah bertransisi membentuk tiga rumah bolon dan berlanjugt ke masjid raya Medan.

Dari situ, visualisasi bertransisi menampilkan sebuah gambaran otak yang nantinya berubah menjadi maskot utama Pimnas 34, dengan sentuhan visual warna emas di sekitarnya. Di akhir Video Mapping tulisan “PIMNAS” jadi penutup rangkaian Video Mapping yang terpancar di gedung rektorat USU.

Semua konsep pun sudah rampung dengan baik. Namun, untuk teknisnya, tim kita juga coba eksplorasi. Terutama sisi pencahayaan yang tepat agar kualitas gambar nggak menurun.

Mengenai itu, Technical Director produksi kita, yaitu Dwi Prasetyo telah menyiapkan suatu hal yang spesial. Dengan gambaran konsep yang ada, Dwi memilih proyektor yang mampu menembakkan cahaya tanpa mengurangi kualitas gambar.

“Untuk menampilkan Video Mapping di gedung rektorat, kita menggunakan 9 unit proyektor utama. Masing-masing poryektor memiliki kekuatan cahaya sebesar 6.000 lumens, kita ingin menjaga kualitas gambar yang terpampang di gedung,” cuap Dwi Prasetyo.

Pacsa Produksi

It’s time to show! Yaps, setelah lewat pra produksi dan produksi, saatnya menampilkan seluruh hasil karya tim produksi ke teman-teman USU. Voilaaa.. hasilnya pun cukup memuaskan, kita mendapat sambutan baik dri USU dan sangat puas bisa memegang kepercayaan memegang Projection Mapping Pimnas 34 USU.

Post a Comment