Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Nunc odio purus, tempus non condimentum eget, vestibulum.

FOLLOW
Top

Brighter Surabaya

Tahun 2020 kemarin merupakan salah satu tahun yang sangat menantang. Mulai pertengahan 2020 banyak project dibatalkan dan ditunda. Itu bukan yang terburuk sih sebenernya, tapi yang paling buruk adalah kita tidak bisa berbuat apa-apa di masa pandemi karena batasan-batasan yang bisa dibilang agak bimbang dari pemerintah. Itulah kenapa bisa dibilang ini sangat menantang.

Video Mapping yang biasanya dinikmati secara outdoor jelas tidak bisa dilakukan karena penonton akan bergerombol dalam satu tempat. Indoor pun begitu, banyak protokol yang membatasi sehingga perlu penyesuaian yang sangat harus dipertimbangkan. Jelas lagi kebutuhan video mapping adalah tersier yang akan bukan menjadi prioritas di masa pandemi.

Tiap tahun kita selalu berencana untuk membuat video mapping dalam bentuk apapun yang bisa diaplikasikan di kota kita, Surabaya. Tantangannya adalah apa dan bagaimana. Event dilarang, penonton tak ada. Sebenarnya bisa kita membuat video mapping langsung ke sebuah gedung diluar tanpa penonton. Tapi apa efektif? Bisa sih nonton versi video rekamannya. Tapi sekali lagi apa efektif? apa audiens dapat merasakan langsung? apa pesan yang kita sampaikan juga masuk?

Pernah sekali kita ikut salah satu kampanye dari iMapp, salah satu festival video mapping terbesar di Eropa. Membuat video mapping yang ditembakkan dan di siarkan secara langsung di media seperti youtube dan facebook. Kami ikut dan membuat visual untuk kampanye tersebut. Senang sekali ada komunitas internasional yang masih bisa mengaplikasikan video mapping di masa pandemi.

Setelah kampanye tersebut, akhirnya kita terbesit untuk membuat sebuah karya video mapping tapi dalam bentuk digital. We have something to say tentang video mapping di Surabaya. Banyak lansekap yang ingin sekali di-mapping tapi pasti sangat sulit untuk melakukannya karena birokrasi dan protokol. So, kenapa gak buat secara digital dalam bentuk konsep? Kita fikir itu sama. Yang membedakan hanyalah media penyampaiannya.

How we do that?

Kita memilih lansekap yang ingin kita video mapping lalu kita kurasi menjadi empat, yaitu Balai Kota Surabaya, Tugu Bambu Runcing, Air Mancur Jembatan Surabaya dan Taman Bungkul. Dari ke-empat lansekap tersebut kita membuat konsep detail dan akan mengeksekusi serta share di social media setiap minggunya.

Harapannya sebenernya biar kita tetep buat sesuatu yang biasa kita lakukan. Meskipun hasilnya tidak seberapa dan tentunya berharap di mention akun @surabaya tapi we did this. Kita masih bisa melewati tantangan yang cukup berat dan membuat Surabaya lebih terang.

Keep creating guys!

Post a Comment